![]() |
| Sumber Foto Detikinet.COm foto Istimewa |
Info Viral - Manusia adalah makluk sosial yang memiliki aktifitas sosial dalam artian bahwa manusia tidak bisa hidup tampa orang lain atau manusia saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Susunan masyarakat mencerminkan susunan kosmos yang abadi, manusia berkewajiban untuk menyesuaikan diri dengan susunan itu dan mentaati demi keselamatannya, kalau tidak ia menghancurkan dirinya sendiri (Plato dan Aristoteles)
Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial yang kita hadapi sekarang ini memiliki tantangan yang luar biasa dan banyak sekali perubahan serta kemerosotan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di negara kita. Jika kita melihat kehidupan social masyarakat saat ini sepertinya istilah mahluk social yang Berunsurkan interaksi dn kominikasi langsung harus dikaji ulang. Zaman dan teknologi telah merubah pola dan system kehidupan social menjadi masyarakat modern. Perkembangan teknologi yang semakin canggih sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial di masyarakat Indonesia masa kini. Dengan munculnya alat komunikasi di era zaman sekarang ini memudahkan masyarakat untuk berinteraksi secara langsung melalui media sosial. Ini merupakan tantangan bagi individu yang hidup di masa ini.
Pertanyaan yang akan muncul adalah apakah generasi ini sudah siap menghadapi pola kehidupan sosial yang ada didepan mata saat ini ?
Kepedulain sosial kepekaan interaksi langsung antara individu satu dengan individu yang lainya semakin hari sudah semakin hilang dan bahkan manusia di era modern ini sudah muali beralih dari kehidupan sosial yang beriteraksi langsung antara individu satu dengan yang lainnya menjadi interasi media sosial yang sudah di sediakan oleh teknolog modern saat ini.
Banyak sekali masyrakat kita yang sudah terpelajar dan berpendidikan tinggi namun dalam interkasi sosial secara lagsung mereka sudah banyak ketinggalan dari kenyataan hidup yang sebenar nya.
Dalam tulisanya Lebih lanjut John J. Macionis menyatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu proses dimana individu bertingkah laku dan bereaksi dalam hubungan dengan individu lain. Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan timbal-balik antara dua atau lebih individu manusia, di mana ide, pandangan dan tingkah laku individu yang satu saling mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki individu yang lain, atau sebaliknya. Rumusan ini dengan tepat menggambarkan kelangsungan timbal-baliknya interaksi sosial antara dua manusia atau lebih. Hubungan timbal-balik tersebut dapat berlangsung antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok untuk mencapai suatu tujuan. Interaksi sosial adalah dasar proses sosial, pengertian tersebut menunjuk pada hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Atau dengan perkataan lain, proses sosial merupakan cara-cara berhubungan dalam kehidupan masyarakat yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.
Maka apabila ada dua orang bertemu, interaksi sosial pun dimulai ketika mereka saling mengucapkan salam, berjabat tangan, saling berbicara, atau mungkin terjadi pertengkaran satu sama lain. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan contoh dari bentuk-bentuk interaksi sosial.
Interaksi sosial seperti inilah yang sudah mulai hilang dalam kehidupan keseharian kita dimana masing-masing individu sudah memiliki interaksi sosial yang berbeda dan berubah dari interaksi lansung menjadi tidak langsung perubahan pola pikir yang di pegaruhi oleh perkembangan teknologi modern apakah kita sebagai generasi emas yang sering di elu elukan dijaman ini akan tetap hanyut dalalam sitem interaksi sosial modern atau tetap mempertahankan pola interaksi sosial yang lagsung ???? ......
Media Sosial
Ada dua bagian yang harus kita bahas apabila kita berbicara tentang media sosial yang pertama adalah dampak positif media sosial dan yang kedua adalah dampak negatif media sosial dalam kehidupan bermasyrakat .
Dapak Positif Media Sosial Bagi Kehidupan Manusia
Penggunaan media sosial memberikan dampak yang sangat positif terutama dalam melakukan interaksi baik secara sosial, politik maupun ekonomi. Penggunaan media sosial memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, baik teman, keluarga yang tidak memungkinkan dilakukan melalui face to face karena faktor jarak.
Kita dapat mengirimkan informasi-informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat, begitu pula dalam mengakses informasi yang kita butuhkan. Kita banyak dipertemukan teman atau keluarga yang sudah lama tidak pernah bertemu melalui media sosial facebook. Media sosial dapat dijadikan sarana untuk saling berbagi, saling bertukar foto, data dan dokumen lainnya. Media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana promosi dengan berbagai produk/jasa yang dapat ditawarkan kepada pengguna media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar tetapi dengan keuntungan yang berlipat ganda. Jadi tidak heran kalau saat ini telah menjamur bisnis on line melalui media sosial, bahkan di kota-kota besar penggunaan komunikasi politik melalui media sosial menjadi media yang cukup ampuh untuk mempengaruhi pasangan calon. (GSL)
Kita dapat mengirimkan informasi-informasi yang dibutuhkan dengan mudah dan cepat, begitu pula dalam mengakses informasi yang kita butuhkan. Kita banyak dipertemukan teman atau keluarga yang sudah lama tidak pernah bertemu melalui media sosial facebook. Media sosial dapat dijadikan sarana untuk saling berbagi, saling bertukar foto, data dan dokumen lainnya. Media sosial juga dapat digunakan sebagai sarana promosi dengan berbagai produk/jasa yang dapat ditawarkan kepada pengguna media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar tetapi dengan keuntungan yang berlipat ganda. Jadi tidak heran kalau saat ini telah menjamur bisnis on line melalui media sosial, bahkan di kota-kota besar penggunaan komunikasi politik melalui media sosial menjadi media yang cukup ampuh untuk mempengaruhi pasangan calon. (GSL)
Dapak Negatif Media Sosial Bagi Kehidupan Masyrakat
Penggunaan media sosial juga dapat memberikan dampak yang negatif terhadap masyarakat, seperti yang kita lihat sekarang media sosial dijadikan media untuk menanamkan kebencian terhadap orang lain dengan mengunggah kata-kata atau gambar yang tidak etis sehingga terbangun rasa tidak senang dan benci terhadap seseorang, terutama mereka yang memiliki posisi penting baik di pemerintahan maupun lembaga-lembaga Negara.
Media sosial dijadikan sarana untuk mencaci maki bahkan mempropokasi orang lain, perilaku ini sangat berbahaya apalagi yang menyangkut kelangsungan hidup bernegara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkin kedepan sebelum terlalu kebablasan perlu ada kontrol untuk mengatur pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Penggunaan media sosial juga berdampak kepada hubungan suami istri, karena dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika salah satu pasangan membangun hubungan yang tidak wajar. Banyak sekali kasus-kasus yang kita lihat dimana dalam suatu rumah tangga hancur berantakan dan akhirnya bercerai akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dan yang menanggung resikonya adalah anak-anak yang tidak bersalah. (GSL)
Media sosial dijadikan sarana untuk mencaci maki bahkan mempropokasi orang lain, perilaku ini sangat berbahaya apalagi yang menyangkut kelangsungan hidup bernegara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mungkin kedepan sebelum terlalu kebablasan perlu ada kontrol untuk mengatur pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Penggunaan media sosial juga berdampak kepada hubungan suami istri, karena dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika salah satu pasangan membangun hubungan yang tidak wajar. Banyak sekali kasus-kasus yang kita lihat dimana dalam suatu rumah tangga hancur berantakan dan akhirnya bercerai akibat penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dan yang menanggung resikonya adalah anak-anak yang tidak bersalah. (GSL)
Media Sosial Dalam Perubahan Prilaku
Penggunaan media sosial juga membawa perubahan perilaku terhadap masyarakat. Sebagai contoh, kita sudah jarang berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, semisal pada saat antri di loket-loket pelayanan, mereka masing-masing sibuk dengan smartphonenya tanpa memperdulikan orang-orang sekitarnya, bahkan banyak orang yang kita lihat termasuk teman sekantor kita pekerjaannya tidak selesai bahkan terbengkalai karena sibuk berkomentar atau memberikan komentar-komentar melalui facebook, yang sebenarnya tidak terlalu bermanfaat untuk dirinya.
Begitu Juga bagi para mahasiwa yang merupakan agen perubahan dan agen control dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara belakangan ini kita melihat sikap acu tak acu bagi para mahasiwa yang terkadang menjadikan media sosial sebagai hal yang utama dan pertama dalam melakukan semua aktifitasnya, tidak jarang kita melihat para mahasiwa/wi yang lebih aktif berkunikasi di media sosial daripada meghadiri diskusi kelompok maupun diskusi organisasi lagsung bahkan merubah dirinya menjadi aktivis media sosial yang mempublikasikan foto foto yang luar biasa dan menjadi kritikus dadakan dalam meyikapi berita berita di media sosial. Namun dalam kenyataan kehidupan yang sebenarnya apabila dihadapkan dalam satu diskusi meraka tidak dapat dapat menguarakan pendapat secara lagsung dan terkesan sepeti tidak terpelajar. Apakah generasi ini akan seperti ini mari kita renungkan dan coba untuk berpikir terbalik .......
Dan yang paling memprihatinkan adalah dampak media sosial terhadap perilaku anak-anak kita yang masih remaja, mereka menjadi apatis dan cuek dengan lingkungannya, kita orang tua semakin sulit berkomunikasi dengan anak-anak kita, apalagi diharapkan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Media sosial menjadikan anak-anak kita semakin malas belajar dan susah diatur, karena hampir semua waktunya dihabiskan untuk mengutak-atik informasi, baik di sekolah, di luar sekolah ataupun di rumah. Anak-anak lebih memilih media sosial untuk mencurahkan unek-uneknya dari pada orang tuanya, dan yang paling parah hampir semua persoalan yang dihadapi dia sampaikan ke media sosial, termasuk hal-hal yang sipatnya pribadi sehingga semua orang tahu, padahal mestinya orang tidak perlu tahu. mereka tidak menyadari bahwa apa yang kita sampaikan sudah menjadi konsumsi publik dan sulit ditarik kembali. Persoalan ini tidak dapat dibiarkan, perlu ada solusi mengingat anak-anak kita adalah harapan kita yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan kedepan.
Dan yang paling memprihatinkan adalah dampak media sosial terhadap perilaku anak-anak kita yang masih remaja, mereka menjadi apatis dan cuek dengan lingkungannya, kita orang tua semakin sulit berkomunikasi dengan anak-anak kita, apalagi diharapkan membantu menyelesaikan pekerjaan rumah. Media sosial menjadikan anak-anak kita semakin malas belajar dan susah diatur, karena hampir semua waktunya dihabiskan untuk mengutak-atik informasi, baik di sekolah, di luar sekolah ataupun di rumah. Anak-anak lebih memilih media sosial untuk mencurahkan unek-uneknya dari pada orang tuanya, dan yang paling parah hampir semua persoalan yang dihadapi dia sampaikan ke media sosial, termasuk hal-hal yang sipatnya pribadi sehingga semua orang tahu, padahal mestinya orang tidak perlu tahu. mereka tidak menyadari bahwa apa yang kita sampaikan sudah menjadi konsumsi publik dan sulit ditarik kembali. Persoalan ini tidak dapat dibiarkan, perlu ada solusi mengingat anak-anak kita adalah harapan kita yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan kedepan.
Maka apabila kita semua masuk dalam kategori ini maka kehidupan sosial kita sudah terjajah oleh media sosial sebagai penjara besar dalam kehidupan kita. Fisik tak terpenjara tetapi akal kecerdasan intelektualitas serta interaksi sosial lagsung kita sudah di penjara oleh teknologi modern. (GSL)

0 Komentar